Minggu, 13 November 2016





Tarekat

REVISI MAKALAH
TARIKAT QADIRIYAH WA NAQSABANDIYAH
(SEJARAH, TOKOH DAN AJARANNYA)
Makalah Ini Dibuat Untuk Memenuhi
Salah Satu Tugas Mata Kuliah
“Sejarah Pemikiran Islam”

Dosen Pengampu:
Dr. Muniron, M.Ag




Disusun oleh :
Miftakhur Rohmat
     INSTITUT AGAMA ISLAM TRIBAKTI (IAIT) KEDIRI
PROGRAM PASCA SARJANA
    MAGISTER PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
TAHUN 2016

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Di antara berbagai macam tarekat yang ada terdapat tarekat yang bernama Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan penggabungan dari dua Tarekat besar yaitu Tarekat Qadiriyah dan Tarekat Naqsyabandiyah. Penggabungan kedua tarekat ini dimodifikasi sedemikan rupa, sehingga terbentuk sebuah Tarekat yang mandiri dan berbeda dengan kedua tarekat induknya. Jadi tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah yang ada di Indonesia merupakan tarekat yang mandiri yang di dalamnya terdapat unsur-unsur Qadiriyah dan Naqsyabandiyah.
Sebagai suatu madzhab dalam tasawuf, Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah memiliki beberapa ajaran yang diyakini kebenarannya, terutama dalam kehidupan kesufian. Beberapa ajaran yang merupakan pandangan para pengikut tarekat ini bertalian dengan thariqah (metode) untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Dengan cara yang diyakini paling efektif dan efisien. Pada umumnya thariqah (metode) dalam suluk yang menjadi ajaran dalam tarekat ini didasarkan pada Al-Quran, al-Hadits dan perkataan para ulama’ al-arifin dari kalangan salaf al-shalihin.
Pandangan-pandangan tersebut juga tidak jarang dikuatkan dengan landasan filosofis, bahkan ada juga teori-teori filsafat yang dijadikan dasar untuk menguatkan pandangan dalam ajaran-ajarannya. Seperti teori-teori filsafat jiwa. Karena itulah maka ajaran-ajaran itu kemudian mengikat para pengikut tarekat ini dalam suatu pola pikir, sikap mental dan amal perbuatan yang sama.